Prosa Baru - Kisah Seorang Anak Teladan dari Negeri China

Diposting oleh Benny Dwi on Rabu, 03 April 2013

Sebuah kisah yang mengharukan dan bisa juga sebagai teladan untuk anak-anak jaman sekarang, seorang anak yang dengan tekun merawat ayahnya yang sakit. Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati. Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggung jawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"
Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu." Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,

"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"
Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya. Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Unsur – unsur Budaya Dasar:
Manusia dan Cinta Kasih
Dalam cerita pendek tersebut terdapat unsur Cinta Kasih seorang anak kepada ayahnya yang selalu bersedia membantu ayahnya yang sedang sakit, bahkan iya merawat ayahnya penuh dengan tanggung jawab. Contoh pada paragraf Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Manusia dan Tanggung Jawab
Cerita tersebut juga memiliki unsur manusia dan tanggung jawab karena seseorang anak yang sudah bertanggung jawab penuh mengerus/merawaat ayahnya dengan sabar dan rasa tanggung jawab. Pada saat anak tersebut mencarikan makan untuk ayahnya, saat membelikan obat-obat untuk ayahnya.

Manusia dan Harapan
Cerita pendek tersebut juga memiliki unsur manusia dan harapan karena anak tersebut yang bernama Zhang Da sangat berharap agar ayahnya bisa sembuh kembali dari penyakit yang dideritanya dan bisa hidup bahagia.

Kesimpulan :
Dari cerita pendek tersebut kita dapat mengambil kesimpulan, bersyukurlah dengan apa yang sedang kalian alami karena dengan bersyukur hati bisa lebih bahagia. Tetapi apabila mendapatkan cobaan seperti kisah cerpen tersebut selalu bersabar dengan apa yang didapatnya dan harus penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab kepada orang lain maupun diri sendiri.

More about → Prosa Baru - Kisah Seorang Anak Teladan dari Negeri China

Puisi Sajak Putih

Diposting oleh Benny Dwi on Selasa, 02 April 2013

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...

Unsur – unsur Budaya Dasar :

Manusia dan Harapan
Begitu juga hidup si aku penuh harapan selama si gadis masih hidup wajar, dikiaskan dengan darahnya yang masih mengalir dan luka, sampai kematioan tiba pun keduanya masih mencintai, dan tidak akan terpisahkan. Sajak merupakan kiasan suara hati si penyair, suara hati si aku.

Manusia dan Penderitaan
Dalam pertemuan ke dua insan itu sepi menyanyi,Kesepian itu mengakibatkan jiwa si aku bergerak seperti hanya permukaan kolam yang terisa air yang beriak tertiup angin. Dalam keadaan diam tanpa kata itu, didalam dada si aku terdengar lagu yang merdu yang menggambarkan kegembiraan.

Manusia dan Cinta Kasih
Hidup dari hidupku, pintu terbuka menggambarkan bahwa si aku merasa hidupnya penuh dengan kemungkinan dan ada jalan keluar serta masih ada harapannya pasti bisa diwujudkan selam gadis kekasihnya masih menengadahkan mukanya ke si aku. Ini merupakan kiasan bahwa si gadis masih mencintai aku.
More about → Puisi Sajak Putih

Prosa Lama - Dongeng Anak Tudung Kepala Ajaib

Diposting oleh Benny Dwi

Pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemuda pencari kayu bakar yang baik hati. Pada suatu hari ketika ia sedang dalam perjalanan pulang dari mencari kayu bakar, ia mendengar suara rintihan binatang dari balik semak-semak. Setelah diperiksanya ternyata seekor anak rubah sedang terperangkap kakinya dalam perangkap pemburu. Karena merasa kasihan, maka dilepaskannyalah kaki sang anak rubah itu dari perangkap. Dan anak rubah itupun segera lari menjauh.

Beberapa hari kemudian, ketika ia sedang dalam perjalanan pulang dari mencari kayu bakar, tiba-tiba dari arah depan datanglah seekor anak rubah mendekatinya. Setelah diamati benar-benar, ternyata ia adalah rubah yang ditolongnya beberapa hari yang lalu.

Rubah itu mengajak sang pemuda untuk mengikutinya. Setelah beberapa lama ia mengikuti sang anak rubah, sampailah ia di sebuah lubang dalam tanah. Dari dalam lubang itu muncul ibu sang rubah kecil tadi. Dengan membungkuk sopan sang ibu rubah berkata, “Terima kasih atas pertolongan Anda beberapa waktu yang lalu. Sebagai tanda terima kasih kami, tolong terimalah tudung kepala tua ini! kata sang ibu rubah sambil menyerahkan sebuah tudung kepala yang sudah usang.

Dalam perjalanan pulang, karena merasa sangat dingin, maka sang pemuda mengenakan tudung pemberian ibu rubah itu dikepalanya. Tiba-tiba, saat ia sedang berjalan di bawah pohon ia bisa mendengar suara burung pipit yang sedang bercakap-cakap di atas pohon. “Oh, ini mungkin karena aku memakai tudung kepala ajaib ini! kata sang pemuda sambil terus mendengarkan percakapan kedua burung pipit tersebut.

“Yang disebut manusia itu sepertinya pintar, tapi ternyata benar-benar bodoh ya! Batu di tengah-tengah sungai yang setiap kali diinjaknya itu kan sebenarnya bongkahan batu emas, tapi kenapa mereka tidak menyadarinya ya? kata burung pipit tersebut.

Mendengar hal tersebut sang pemuda segera menuju sungai yang biasa ia lewati. Di tengah-tengah sungai tersebut memang terdapat sebongkah batu yang biasanya digunakan sebagai tumpuan kaki untuk menyeberang. Setelah batu itu dibersihkan dengan air, ternyata memang sebongkah batu emas yang bersinar-sinar terkena sinar matahari. Dengan gembira lalu dibawanya batu itu pulang ke rumah. Namun, di tengah perjalanannya lagi-lagi ia mendengar percakapan burung gagak.

“Anak gadis orang kaya di desa ini benar-benar kasihan ya. Sudah berpuluh-puluh tabib didatangkan untuk menyembuhkan penyakitnya namun tak kunjung sembuh juga. Sebenarnya sakit yang diderita anak gadisnya itu bukan sakit biasa. Ketika membangun atap rumah baru, secara tidak sengaja ada seekor ular yang salah masuk ke dalam atap. Jadinya sampai sekarang ular tersebut tidak juga bisa keluar dan hampir sekarat. Kalau saja ular tersebut dapat dikeluarkan dari dalam atap itu, mungkin anak gadisnya akan segera sembuh kata sang burung gagak. Mendengar percakapan burung gagak itu, sang pemuda segera pulang.

Keesokan harinya, ia berkunjung ke rumah orang kaya di desa itu. Di depan pintu gerbangnya tertulis, “Siapa saja yang ingin menyembuhkan anak gadisku silakan masuk. Karena itu sang pemuda masuk dan berkata kepada orang kaya pemilik rumah itu, “Perkenankan saya mencoba menyembuhkan sakit anak gadis tuan! kata sang pemuda. Setelah melihat kondisi anak gadis itu, sang pemuda teringat pada percakapan burung gagak kemarin.

“Tuan, sesungguhnya sakit yang diderita anak gadis tuan ini bukan sakit biasa. Hal ini disebabkan oleh seekor ular yang sedang terperangkap di atap rumah tuan. Ular tersebut kini sedang sengsara hidupnya sehingga kehidupan seluruh penghuni rumah ini juga sengsara, terutama anak gadis tuan. Maka kalau ular tersebut tidak segera dikeluarkan, sakit anak gadis tuan mungkin juga tidak akan sembuh! kata sang pemuda menjelaskan.

Mendengar perkataan sang pemuda, orang kaya tersebut segera memerintahkan para pelayannya untuk membongkar atap rumahnya dan mencari ular yang sedang terperangkap di dalamnya. Dan ternyata benar. Seekor ular yang sedang sekarat pun ditemukan. Kemudian dibasuhlah ular itu dengan air dan diberinya makan telur agar cepat sembuh. Perlahan-lahan keadaan ular pun membaik. Bersamaan dengan itu anak gadisnya pun sudah mulai sembuh dari sakitnya. Bukan main gembiranya hati ayahnya. Maka dinikahkannya anak gadisnya itu dengan sang pemuda. Mereka pun akhirnya hidup dengan bahagia.

Unsur-unsur budaya dasar: 

Manusia dan Keindahan
Cerita Anak Tudung Kepala Ajaib ini memiliki unser keindahan pada bagian akhir ceritanya, karena di akhir cerita terhajadi kebahagiaan antara Tokoh peremuan dan laki-laki yang pada akhirnya bisa hidup bahagian bersama. 

Manusia dan Penderitaan
Didalam cerita Anak Tudung Kepala Ajaib ini memiliki unsur dari satu tokoh yang mendapat penderitan, karena pada cerita ini terdapat “Anak gadis orang kaya di desa ini benar-benar kasihan ya. Sudah berpuluh-puluh tabib didatangkan untuk menyembuhkan penyakitnya namun tak kunjung sembuh juga. Sebenarnya sakit yang diderita anak gadisnya itu bukan sakit biasa. Ketika membangun atap rumah baru, secara tidak sengaja ada seekor ular yang salah masuk ke dalam atap. “

Manusia dan Cinta Kasih
Dalam cerita Anak Tudung Kepala Ajaib ini juga memiliki unsur Cinta Kasih yaitu disini dicerita bahagianya hidup seorang gadis dan seorang lelaki yang akhirnya bisa hidup bersama-sama saat tokoh si gadis sembuh dari penyakit yang di sembuhkan oleh sang lelaki. 

Kesimpulan :
Dari dongeng tersebut kita bisa mengambil kesimpulannya yaitu, berbuatlah baik kepada siapapun karena dengan berbuat baik kita dapat membuat orang lain senang dan merasa terbantu.

More about → Prosa Lama - Dongeng Anak Tudung Kepala Ajaib

Kerusakan Lingkungan Hidup dan Penyebabnya

Diposting oleh Benny Dwi on Senin, 31 Desember 2012

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Pada ruang ini berlangsung ekosistem, yaitu suatu susunan organisme hidup dimana diantara lingkungan abiotik dan organisme tersebut terjalin interaksi yang harmonis dan stabil, saling memberi dan menerima kehidupan.
 
Interaksi antara berbagai komponen tersebut ada kalanya bersifat positif dan tidak jarang pula yang bersifat negatif. Keadaan yang bersifat positif dapat terjadi apabila terjadi keadaan yang mendorong dan membantu kelancaran berlangsungnya proses kehidupan lingkungan.

Cara mengambil hasil hutan agar tetap terjaga kelesteriannya misalnya dengan sistem tebang pilih yaitu pohon yang ditebang hanya pohon yang besar dan tua, agar pohon-pohon kecil yang sebelumnya terlindungi oleh pohon besar, akan cepat menjadi besar menggantikan pohon yang ditebang tersebut.

Interaksi yang bersifat negatif terjadi apabila proses interaksi lingkungan yang harmonis terganggu sehingga interaksi berjalan saling merugikan.

Adanya gangguan terhadap satu komponen di dalam lingkungan hidup, akan membawa pengaruh yang negatif bagi komponen-komponen lainnya karena keseimbangan terhadap komponen-komponen tersebut tidak harmonis lagi.

Perkembangan jumlah penduduk yang cepat serta perkembangan teknologi yang makin maju, telah mengubah pola hidup manusia. Bila sebelumnya kebutuhan manusia hanya terbatas pada kebutuhan primer dan sekunder, kini kebutuhan manusia telah meningkat kepada kebutuhan tersier yang tidak terbatas. Kebutuhan manusia tidak hanya sekedar kebutuhan primer untuk dapat melangsungkan kehidupan seperti makan dan minum, pakaian, rumah, dan kebutuhan sekunder seperti kebutuhan terhadap pendidikan, kesehatan, akan tetapi telah meningkat menjadi kebutuhan tersier yang memungkinkan seseorang untuk memilih kebutuhan yang tersedia. Kebutuhan tersier telah menyebabkan perubahan yang besar terhadap pola hidup manusia menjadi konsumtif.

Bagi yang mampu, semua kebutuhan dapat dipenuhi sekaligus, dan bagi yang memiliki kemampuan terbatas harus memilih sesuai kemampuannya. Akan tetapi, semua orang yang telah tersentuh oleh kemajuan jaman akan berusaha mendapatkannya.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak sekedar terpenuhi akan tetapi selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan.

I. Bentuk-bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Proses Alam dan Kegiatan Manusia

1.Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam

Kerusakan lingkungan yang disebabkan faktor alam pada umumnya merupakan bencana alam seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya. Indonesia sebagai salah satu zona gunung api dunia, sering mengalami letusan gunung api akan tetapi pada umumnya letusannya tidak begitu kuat sehingga kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya terbatas di daerah sekitar gunung api tersebut, seperti flora dan fauna yang tertimbun arus lumpur (lahar), awan panas yang mematikan, semburan debu yang menimbulkan polusi udara, dan sebagainya.
    1. Kerusakan gunung berapi melemparkan berbagai material padat yang dapat  menimpa perumahan, daerah pertanian, hutan, dan sebagainya.

    2. Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan dapat menyebabkan terganggunya  pernapasan juga pemandangan yang gelap, dan dapat menutupi areal pertanian  dan perkebunan yang bisa mengurangi produksi.

    3. Aliran lahar dapat menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga ketika hujan  turun menimbulkan banjir.

    4. Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan makhluk disekitar  gunung api.

    5. Lava panas yang meleleh akan merusak dan mematikan apa saja yang dilaluinya. Setelah dingin, akan membeku menjadi batuan yang keras yang dapat  menghambat pertumbuhan tanaman.

    6. Awan panas yang berhembus dengan kecepatan tinggi dan tidak terlihat mata  dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinnya.

    7. Lahar dingin, dapat merusak areal pertanian, dan daerah permukiman penduduk serta bangunan lain.

    8. Debu-debu gunung api yang bertebaran di udara, dapat menghalangi radiasi matahari, dan membahayakan penerbangan udara.

2. Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia

Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia jauh lebih besar dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses alam. Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia berlangsung secara terus menerus dan makin lama makin besar pula kerusakan yang ditimbulkannya. Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia terjadi dalam berbagai bentuk seperti pencemaran, pengerukan, penebangan hutan untuk berbagai keperluan, dan sebagainya.
    1. Pencemaran Udara Hasil limbah industri, limbah pertambangan, dan asap kendaraan bermotor dapat mencemari udara. Asap-asap hasil pembuangan tersebut terdiri atas karbon monoksida, karbon dioksida, dan belerang dioksida. Karbon dioksida mengakibatkan hawa pengap dan naiknya suhu permukaan bumi. Karbon monoksida dapat meracuni dan mematikan makhluk hidup sedangkan belerang dioksida menyebabkan udara bersifat korosif yang menimbulkan proses perkaratan pada logam.

    2. Pencemaran suara Pencemaran suara dapat timbul dari bising-bising suara mobil, kereta api, pesawat udara, dan jet. Di pusat-pusat hiburan dapat pula terjadi pencemaran suara yang bersumber dari tape recorder yang diputar keras-keras. Adanya pencemaran suara dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit dan gangguan pada manusia dan hewan ternak, seperti gangguan jantung, pernafasan dan gangguan saraf.

    3. Pencemaran air Pembuangan sisa-sisa industri secara sembarangan bisa mencemarkan sungai dan laut. Jika sungai dan laut tercemar, akibatnya banyak ikan dan mikrobiologi yang hidup di dalamnya tak mampu hidup lagi. Selain itu air sungai dan laut yang tercemar itu juga mengakibatkan sumber air tercemar sehingga manusia sulit mendapat air minum yang sehat dan bersih.
II. Usaha-usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain yaitu sebagai berikut.

a.      Penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari.

b.       Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul, dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah rusak.

c.      Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.

d.      Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan tanah.

e.    Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan harus dinetralkan terlebih dahulu sehingga limbah yang dibuang tersebut telah bebas dari bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat pengolahan limbah industri.

f.        Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.

g.       Melarang pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut karena sungai dan laut bukan tempat pembuangan sampah.

h.      Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.

III. KESIMPULAN dan SARAN

A.    Kesimpulan


Kerusakan lingkungan hidup banyak diakibatkan oleh manusia. Diantaranya kebakaran hutan, penebangan liar yang mengakibatkan hutan gundul. Majunya teknologi seperti mobil, pabrik, dan sepeda motor membuat udara tercemar dan lapisan ozon berlubang karena asap kendaraan. Lapisan ozon yang berlubang membuat sinar matahari langsung ke bumi yang menyebabkan suhu di bumi naik. Karena suhu di bumi naik es di kutub utara mulai mencair. Hal tersebut membuat permukaan air laut meningkat. Oleh karena itu, manusia harus segera menanggulangi kerusakan ini sebelum kerusakan semakin meluas. Selain menanggulangi manusia harus sadar dan mengintrospeksi diri mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti merusak lingkungan.

B.     Saran


Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Karena pada saat ini pemerintah masih berpangku tangan atas apa yang terjadi dengan lingkungan. Pemerintah harus tegas dalam menentukan tindakan untuk menanggulangi kerusakan lebih lanjut seperti kerusakan  hutan, kebakaran, asap pabrik yang membuat lapisan ozon berlubang dan banyak kerusakan lain yang disebabkan oleh manusia dengan cara reboisasi, penyuluhan tentang pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia.

Referensi:
More about → Kerusakan Lingkungan Hidup dan Penyebabnya

Pendidikan Keluarga dan Sekolah

Diposting oleh Benny Dwi on Senin, 26 November 2012

Pendidikan Dalam Sekolah Dalam kehidupan modern lembaga pendidikan sekolah mempunyai peranan penting dalam dalm mengembangkan sumber daya manusia. Sekolah yang seiring juga dipandanag sebagai lingkungan pendidikan kedua bagi anak setelah lingkungan keluarga, diserahi sebagian tanggung jawab pendidikan yang dipikul orang tua dalam keluarga. Hal ini terjadi karena orang tua sudah kecil kemungkinan untuk dapat mendidik anaknya untuk menguasai berbagai kemampuan yang diperlukan dalam kehidupannya.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan orang tua tidak sanggup lagi untuk mendidik anaknya tentang berbagi pengetahuan dan kemampuan tersebut, untuk kemudian menyerahkan sebagian tugas dan tanggung jawabnya kepada guru yang menjadi pendidikan di sekolah. Sehubungan hal tersebut lembaga pendidikan sekolah yang bersifat formal mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
 
I. Karakteristik pendidikan sekolah
Dalam melaksanakan tugasnya sekolah tergolong pada lembaga pendidikan formal merupakan tempat berlangsungnya proses belajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Penyelenggaraan proses pembelajaran di sekolah dilakukan oleh petugas khusus dengan menggunakan cara-cara tertentu menurut norma-norma tertentu, untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Mengacu pada sistem pendidikan nasional sekolah sebagai lembaga pendidikan yang tergolong pada jalur pendidikan formal memiliki karakteristik jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidkan yang melandasi jenjang pendidkan menengah. Pendidkan dasar berbentuk sekolah dasar ( SD) dam madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajatnya.pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah.
Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah juga merupakan tempat terjadinyah proses sosialisasi yang kedua bagi anak setelah keluarga, sehingga mempengaruhi pribadi anak dan perkembangan sosialnya, serta mempunyai tanggung jawab yang penting bagi pendidikan anak-anak dan pemuda dalam kehidupan.
 
II. Fungsi dan tujuan pendidikan sekolah
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sisem pendidikan nasional pembelajaran disekolah hendaknya memiliki fungsi dan tujuan yang mengacu pada pendidikan nasional. Dalam kaitan ini sekolah hendaknya berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Soleh Soegiyanto (1994) mengemukakan fungi – fungsi sekolah sebagai lembaga sosial, yaitu:
1. Sekolah berfungsi sebagai lembaga sosialisasi, membantu anak-anak dalam mempelajari cara-cara hidup di tempat mereka dilahirkan.
2. Sekolah berfungsi untuk mentransmisi dan mentranspormasikan kebudayaan.
3. Sekolah berfungsi menyeleksi murid untuk melajutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Pada kehidupan modern sekarang ini disamping pendidikan lainnya, kehadiran sekolah sebagai jalur pendidikan formal mempunyai peranan penting, karena tanpa lembaga sekolah, sumber-sumber dan kemampuan -kemampuan masyarakat yang sangat kompleks sulit kiranya untuk ditranspormasikan, atau disampaikan kepada generasi berikutnya secara efektif dan efisien.
 
III. Pendidikan Dalam Keluarga
Awal kehidupan seseorang dimulai dalam lingkungan keluarga, bahkan dalam keluarga pula pada umumnya seseoramg mengakhiri kehidupannya. Sejak mulai lahir dari bayi sampai tumbuh dewasa tidak terlepas dari kehidupannya yang terus menerus berputar sampai terbentuk sebuah keluarga kembali. Dalam keluarga terjadi apa yang dinamakan interaksi antar anggota keluarga, interaksi tersebut dapat terjadi antara suami (ayah) dengan anak, istri ( ibu) dengan anak, anak dengan anak, bahkan terjadi pula antar keluarga satu dengan keluarga lainnya. Dalam interaksi itu terjadi proses belajar, pembinaan, bimbingan atau proses pendidikan.
Dalam hubungannya dengan pendidikan, lingkungan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertana dan utama, berlangsung secara wajar dan informal, serta lebih dominan melalui media permainan. Keluarga merupakan dunia anak yang pertama yang memberikan sumbangan mental dan fisik terhadapnya. Dalam keluarga anak lambat laun membentuk konsepsi tentang pribadinya baik tepat maupun kurang tepat. Melalui interaksi dalam keluarga, anak tidak hanya mengidentifikasi dirinya denga kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya.
Orang tua (ibu dan ayah) sebagai pendidik betul – betul merupakan pletak dasar kepribadian anak. Dasar kepribadian tersebut akan bermanfaat atau berperan terhadap pengaruh – pengaruh atau pengalaman – pengalaman selanjutnya, yang datang kemudian,. Anak lahir dalam pemeliharaan keluarga dan dibesarkan dalam keluarga. Anak akan menyerap norma-norma yang ada pada anggota keluarga, dari ibu. Ayah, maupun dari saudara-saudara yang lain. Karena itu orang tua didalam keluarga merupakan kewajiban kodrati untuk memperhatikan dan mendidik anak-anaknya sejak anak dilahirkan, bahkan sudah ditanamkan rasa kasih sayang sejak anak masih dalam kandungan ibunya. Jadi tugas orang tua dalam mendidik ana-anaknya terlepas dari kedudukan, keahlian atau pengalaman dalam bidang pendidikan yang resmi.
Melalui pendidikan dalam keluarga, anak bukan saja diharapkan agar menjadi suatu pribadi yang mantap, yang secara mandiri dapat melaksanakan tugas hidupnya yang baik, melainkan ia juga diharapkan kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang baik. Kedua segi pendidikan tersebut, kepribadian yang mantap dan anggota mayarakat yang baik, bukan dua hal yang dipertentangkan, melainkan keduanya harus terjalin dalam kehidupan yang serasi. Karena itulah maka pendidikan dalam keluarga merupakan salah satu fungsi pokok dalam keluarga.
 
IV. Peranan anggota keluarga dalam pendidikan anak
Pada umumnya peranan seseorang itu berkaitan dengan harapan-harapan orang lain atau masyarakat terhadapnya sesuai dengan status dan kedudukannya itu. Pada kebanyakan keluarga, ibu yang memegang peranan pnting terhadap pendidikan anak-anaknya. Ibu dalam keluarga merupakan orang yang pertama kali berinteraksi dengan anak-anak. Pendidikan yang diberikan seorang ibu terhadap anaknya merupakan pendidikan dasar yag tak dapat diabaikan sama sekali. Baik buruknya pendidikan ibu terhadap anaknya tentu akan mempengaaruhi terhadap pembentukan kepribadian mereka.
Disamping ibu, ayahpun pmempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya terhadap pembentukan kepribadian anak. Dari seorang ayah anak akan mengenal yang namanya wibawa.
Tindakan orang tua diharapkan saling menyeimbangi dan orang tua tampil sebagai penjelas nilai – nilai yang dianut oleh keluarga yang bersangkutan. Peranan orang tua dalam konteks pembinaan anak dalam keluarga meliputi:
1. peran sebagai pendidik
2. peran sebagai panutan
3. peran sebagai pendorong
4. peran sebagai pengawas
5. peran sebagai teman
6. peran sebagai inspirasi
7. peraan sabagai konselor
 
V. Dasar Teoritik Kependidikan Anak
Otoritas orang tua diperkecil oleh otoritas lembaga kemasyarakatan. Peanan orang tua sebagai pendidik dan sumber informasipun telah berkurang, karena pengaruh sumber lain seperti: radio, televisi, mass media lainnya. Banyak teori tentang perilaku manusia dalam merumuskan asumsi dasar sifat manusia. Tetapi pendekata paling dominan adalah psikoanalisis, behaviorisme, kogitif, dan humanisme.
Konsep psikoanalisis melukiskan: manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh keinginannya terpendam. Konsep behaviorisme memandang bahwa manusia itu merupakan makhluk yang digerakkan oleh lingkugannya. Konsep kognitip melihat manusia itu sebagai makhluk yang aktif mengorganisaikan dan mengolah rangsangan (stimulus) yang diterimanya. Konsep humanisme menggambarkan bahwa manusia ini merupakan pelaku aktif untuk merumuskan syrategi transaksional dengan lingkungannya. Ini merupakan teori – eori perilaku yang dipandang relevan untuk dijadikan pijakan atau menjawab masalah perilaku mengasuh anak balita.
Teori stimulus-Respons (S-R) dari Watson (1913) sbenarnya sudah diketengahkan oleeh Pavlop (1902) da Thondikke (1908). Pavlop telah menyodorkan hukum penguat (Law of Reinforvement) dan Thondike telah mengukuhkan Hukum Efek (Law Efect).
Krech dan Crutcfield menyatakan bahwa perilaku setiap orang dibentuk oleh konspsi – konsepsinya sendiri tentang dunia. Karena itu dunia sosial seseorang arus digambarkan sebagaimana dipersepsinya. Kemudian ia merumuskan proposisi dinamika perilaku sebagi berikut:
1. Unit peting memadai untuk menganalisis motivasi adalah perilaku yang melibatkan kebutuhan dan tujuan
2. Dinamika perilaku merupakan akibat dari ciri lapangan psikologik pada saat itu
3. Ketidak stabilan lapangan psikologik menimbulkan “ktegangan” yang cenderung mempengauhi pesepsi, kognisi, dan aksi untuk merubah lapangan tersebut ke arah stuktur yang lebih stabil lagi
4. Frustasi terhadap pencapaian tujuan dan kegagalan dalam mengurangi ketegangan dapat menimbulkan berbagai perilaku adaptif atau maladatif
5. Cara yang khusus dalam pencapaian tujuan dan penggunaan ketegangan dapat dipelajari dan dirasakan oleh seseorang.
Van Dijk (dalam soelaeman,1994) menunjuk, bahwa dahulu pendidikan berpusat pada keluarga sebagai pusat pendidikan bagi anak dalam segala bidang. Tugas keluarga dalam mendidik anaknya tidak saja mencakup pengembangan individu anak agar menjadi pribadi yang mantap, akan tetapi meliputi pula upaya membantuhnya dan mempersiapkannya menjadi anggota masyarakat yang baik. Karl Mannhein (dalam Soelaeman) mengemukakan, bahwa anak tidak didik dalam ruang dan keadan yang abstrak, melainkan dalam kehidupan masyarakat tertentu.
 
VI. Fungsi Sosialisasi dan Pola Asuh Keluarga
Dalam rangkah melaksanakan fungsi sosialisasi itu keluarga menduduki kedudukan sebagai penghubung anak dalm kehidupan sosial dan norma-norma sosial. Faktor yang menyebabkan peran keluarga sangat penting dalam proses sosialisasi anak adalah sebagai berikut :
a. Keluarga merupakan kelompok kecil yang anggotanya berinteraksi face to face secara tertutup.
b. Orang tua mempunyai motivasi kuat untuk mendidik anak karena anak merupakan buah dari kasih sayang hubungan suami istri.
c. Karena hubungan sosial dalam keluarga bersifat tetap.
Fungsi sosialisasi menunjukkan peran keluarga dalm membentuk kepribadian anak. Melalui interaksi sosial dalam keluarga, anak mempelajari pola-pola sikap, tingkah laku, keyakinan, cita-cita, dan nilai-nilai di masyarakat dalam rangka perkembangan kepribadiannya.
Adapun tujuan dari sosialisasi dalam lingkungan keluarga, yaitu orang tua mengajarkan kepada anaknya tentang :
a. Penguasaan Diri Masyarakat menuntut penguasaan diri setiap anggotanya. Proses mengajar anak untuk menguasai dirinya timbul pada saat orang tua melatih anak untuk memelihara kebersihan dirinya.
b. Nilai Nilai dasar dalam diri seseorang terbentuk pada saat berusia enam tahun. Bersamaan dengan latihan penguasaan diri. Sebaiknya anak nilai-nilai.
c. Peranan Sosial Setelah pada diri anak berkembang kesadaran diri sendiri yang membedakan dirinya dengan orang lain, dia mulai mempelajari peranan sosial yang sesuai dengan gambaran tentang dirinya.
Alat pendidikan yang digunakan dalam keluarga adalah kasih sayang dan kewibawaan. Kasih sayang orang tua berperan melindungi anak dalam hal ketidakberdayaannya. Dengan dilandasi oleh kasih sayang, anak akan merasa terlindungi dan merasa aman, memungkinkan anak akan tumbuh dan berkembang secara baik. Tindakan kewibawaan sebagai perilaku seseorang yang tercermin pada rasa tanggung jawab, sehingga orang lain merasa hormat kepadanya.
Polah asuh yang dilaksanakan dalam keluarga sangat berperan dalam pembentukan pribadi anak. Hubungan emosional muncul karena hubungan cinta kasih sayang ada dalam keluarga merupakan unsur yang paling mendasar bagi perkembangan anak. Pola asuh dalam keluarga diantaranya :
a. Pola asuh yang memanjakan Dalam hal ini masih ada orang tua yang mengartikan kasih sayang dengan memanjakan yang berlebihan, sehingga sesala sesuatu yang diberikan kepada si anak diluar batas kewajaran. Akibat hal ini si anak tidak dapat mengembangkan dirinya karena terlalu dikhwatirkan oleh orang tuanya.
b. Pola asuh membiarkan Pola ini dilakukan eloh orang tua degan membiarkan anak sendiri tanpa mengarahkan. Anak dapat berbuat apa saja sesuai dengan keinginannya. Akibat hal ini kemungkinan yang muncul adalah anak akan mementingkan dirinya sendiri, sulit untuk bekerja sama, sikap menentamg.
c. Pola asuh otoriter Dalam pola ini orang tua bertindak bahwa segala sesuatu yang menjadi aturannya harus dijalani dan dipatuhi oleh anak. Akibat dari pola ini yaitu anak tidak akan pernah mampu mengambil keputusan sendiri selalu bertanya kepada orang tuanya, atau enggan dam tidak dapat mengambil inisiatif sendiri.
d. Pola asuh otoriatif Pola asuh yang wajar dan tepat untuk membantu perkembangan petensi- potensi anak yang dibawanya sejak lahir. Dalam penerapan pola ini disesuaikan denagn situasi dan kondisi.
 
VII. Kesimpulan
Dalam melaksanakan tugasnya sekolah tergolong pada lembaga pendidikan formal merupakan tempat berlangsungnya proses belajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sisem pendidikan nasional pembelajaran disekolah hendaknya memiliki fungsi dan tujuan yang mengacu pada pendidikan nasional. Dalam kaitan ini sekolah hendaknya berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam hubungannya dengan pendidikan, lingkungan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertana dan utama, berlangsung secara wajar dan informal, serta lebih dominan melalui media permainan. Keluarga merupakan dunia anak yang pertama yang memberikan sumbangan mental dan fisik terhadapnya. Dalam keluarga anak lambat laun membentuk konsepsi tentang pribadinya baik tepat maupun kurang tepat. Melalui interaksi dalam keluarga, anak tidak hanya mengidentifikasi dirinya denga kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya. Fungsi sosialisasi menunjukkan peran keluarga dalm membentuk kepribadian anak Pola asuh yang dilaksanakan dalam keluarga sangat berperan dalam pembentukan pribadi anak. Dalam menentukan pola asuh, harus dilandasi oleh kasi sayang yang merupakan alat pendidkan, sehimgga potensi anak dapat berkembang sewajarnya. Pola asuh yang digunakan dalam keluarga juga harus memperhatikan perkembangan anak itu sendiri.

VIII. Saran
Kita sebagai calon guru maupun orang tua harus mengetahui betapa pentingnya pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Pendidikan yang seyogyiannya untuk kepentingan kita dan juga harus bisa dirasakan oleh semuannya manusia agar dapat mengembangkan kemampuan dan membentuk watak kita dan untuk mengembangkan potensi kita agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, sehimgga dapat bersaing dengan manusia lainnya.

More about → Pendidikan Keluarga dan Sekolah