Tugas Makalah Bahasa Indonesia

Diposting oleh Benny Dwi on Selasa, 02 Juni 2015

Nama : Benny Dwi A
NPM  : 1112422
Kelas  : 3KA37
Judul  : Perubahan Sosial Dalam Perkembangan Teknologi

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Teknologi secara umum berarti keseluruhan peralatan dan prosedur yang terus mengalami penyempurnaan, baik di lihat dari segi pencapaian tujuan maupun proses  pelaksanaannya. Teknologi sebagai budidaya manusia dalam beradaptasi dengan alam  sesuai dengan maksud dan tujuan manusia penggunanya. Alhasil teknologi adalah ide- ide manusia dalam mempermudah aktifitas pencapaian tujuan. Aktifitas manusia yang  dinamik dan cenderung berkembang tanpa batas sangat mempengaruhi keadaan  lingkungan hidup. Industri yang mengalami laju pertumbuhan relatif cepat merupakan  bagian dari teknologi. Teknologi industri sebagai teknologi yang modern memiliki andil  besar dalam proses perubahan panas bumi (Global Warming).

Perkembangan dunia Teknologi yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban  umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan  fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin- mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas  komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia  dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.

Ringkas kata kemajuan  Teknologi yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan  memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat  manusia. Sumbangan Teknologi terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia  tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri  akan kenyataan bahwa Teknologi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan  bagi manusia.

Perubahan sosial perubahan dalam hubungan interaksi antar orang, organisasi atau komunitas, ia dapat menyangkut, struktur sosial,  atau pola nilai dan norma serta peran. Dalam kehidupan yang terjadi dalam kehidupan sehari manusia akan selalu membutuhkan informasi untuk mengetahui perkembangan yang terjadi dalam kehidupanny. manusia butuh media untuk memantau perkembangan zaman seperti televisi, surat kabar, atau internet untuk lebih memudahkan manusia itu sendiri dalam memantau perkembangan zaman.

Ketika masyarakat selalu menggunakan teknologi untuk mengakses informasi otomatis perubahan sosial akan semakin cepat, karena disitu masarakat akan membentuk paradigma baru di dalam kehidupannya.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1.    Menjelaskan tentang perubahan sosial, ciri-ciri perubahan sosial, bentuk perubahan sosial.
2.    Menjelaskan mengenai perkembangan teknologi.
3.    Hubungan antara perubahan sosial dalam perkembangan teknologi.

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1.    Untuk mengetahui apa itu perubahan sosial dari pada ahli, ciri-ciri perubahan sosial, bentuk perubahan sosial.
2.    Untuk mengetahui apa itu teknologi.
3.    Untuk memahami perubahan sosial itu di bentuk oleh teknologi.

3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perubahan masyarakat salah satu faktornya adalah akibat dari semakin majunya teknologi didalam ruang lingkup masyarakat tersebut sehingga setiap individu dapat mengetahui/mengakses informasi-informasi dengan mudah dan cepat.
Masyarakat saat ini sudah sangat bergantung terhadap teknologi itu sendiri sehingga tidak dapat dipungkiri sekarang banyak masyarakat yang terkesan kehidupanya adiktif terhadap teknologi dengan adiktif  terhadap teknologi masyarakat akan semakin mengalami perubahan secara cepat karena adanya teknologi informasi akan membantuk persepsi dan paradigm baru dalam keehidupan masyrakat. Sebab masyarakat akan selalu menemukan informmasi baru dari penggunaan teklogi yang digunakan.

3.2 Saran
Setelah memahami penjabaran pada makalah ini ada baiknya jika memaksimalkan penggunaan teknologi yang ada untuk menuju perubahaan ke arah yang positif serta menggunakan teknologi tersebut seperlunya, agar penggunaan teknologi tersebut dapat kita setir bukan sebaliknya teknologi tersebut yang menyetir manusia. Sehingga dengan begitu kita sebagai pengguna teknologi tidak akan terarah kepada hal-hal  negatif yang dapat merusak pikiran, sifat, sikap dan membuat pengguna teknologi tersebut menjadi malas.
More aboutTugas Makalah Bahasa Indonesia

Paragraf Deskripsi dan Narasi Beserta Contohnya

Diposting oleh Benny Dwi on Senin, 20 April 2015

1. Paragraf Narasi
Cerita tentang kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. Memiliki nilai estetika.Menekankan susunan secara kronologis. 
Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.
 
Contoh Paragraf Narasi
Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 umur 53 tahun) adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. Jokowi pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012 hingga 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur, dan Wali Kota Surakarta (Solo) sejak 28 Juli 2005 sampai 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota.[4] Dua tahun sementara menjalani periode keduanya di Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memasuki pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
 
2. Paragraf Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
  1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
  2. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
  3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri. 
Contoh Paragraf Deskripsi
Jokowi kecil adalah anak seorang "tukang kayu". Setelah Beliau lulus dari SMA, kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada . Setelah lulus kuliah tahun 1985, dirinya merantau ke Aceh dan bekerja di salah satu BUMN. Kemudian ia kembali ke Solo dan bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan, CV. Roda Jati. Setelah merasa cukup, pada tahun 1998, dirinya berhenti bekerja di CV tersebut dan memulai berbisnis sendiri bermodal dari pengalaman yang pernah ia miliki. Dengan kerja keras, ketekunan dan keuletan, akhirnya Jokowi berhasil mengembangkan bisnisnya dan menjadi seorang eksportir mebel.
 
Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai wali kota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini bahkan hingga saat ia terpilih. Pada tahun 2005, Pak Jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Solo dengan partai politik PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Akhirnya Beliau pun terpilih menjadi Walikota Solo. Selama kepemimpinannya, Solo banyak mengalami kemajuan. Setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.
 
Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.
 
Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008.
 
Sikap rendah hati Walikota solo ini tidaklah dibuat-buat. Bagi Masyarakat Solo, Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan kehidupan mereka. Di lorong pasar dan jalan-jalan di Kota Solo, Pak Jokowi sering sekali mengobrol dan mendengarkan keluh kesah rakyat tanpa jarak. Ada satu fakta yang sangat mengejutkan, Jokowi belum pernah mengambil gajinya selama menjabat sebagai seorang Walikota dan Mobil yang ia pakai sebagai mobil dinas saat ini hanyalah "warisan" mobil dinas pendahulunya yaitu Bapak Slamet Suryanto.
 
Sumber :
More aboutParagraf Deskripsi dan Narasi Beserta Contohnya

Fakta Sebagai Unsur Dalam Penalaran Ilmiah

Diposting oleh Benny Dwi on Senin, 23 Maret 2015

Pengertian Fakta dan Penalaran
Fakta memiliki definisi sebagai hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Selain itu, fakta juga merupakan pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris (sesuai dengan bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera). Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu. Sebagai kunci bahwa fakta tidak akan memiliki arti apa-apa tanpa sebuah teori dan fakta secara empiris dapat melahirkan sebuah teori baru.Untuk memahami hubungan antara fakta-fakta yang sangat banyak itu, kita perlu mengenali fakta-fakta itu secara sendiri-sendiri. Ini berarti bahwa kita harus mengetahui ciri-cirinya dengan baik. Dengan begitu, kita dapat mengenali hubungan di antara fakta-fakta tersebut dengan melakukan penelitian.

Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. 

Selain itu, kita dapat menggolong-golongkan sejumlah fakta ke dalam bagian-bagian dengan jumlah anggota yang sama banyaknya. Proses seperti itu disebut pembagian, namun pembagian di sini memiliki taraf yang lebih tinggi dan disebut klasifikasi.

1). Klasifikasi
Membuat klasifikasi mengenai sejumlah fakta, berarti memasukkan atau menempatkan fakta-fakta ke dalam suatu hubungan logis berdasarkan suatu sistem. Suatu klasifikasi akan berhenti, tidak dapat diteruskan lagi jika sudah sampai kepada individu yang tidak dapat merupakan spesies atau dengan kata lain jenis individu tidak dapat diklasifikasikan lebih lanjut meskipun dapat dimasukkan ke dalam suatu spesies.

2). Jenis Klasifikasi
a. Klasifikasi sederhana, suatu kelas hanya mempunyai dua kelas bawahan yang berciri positif dan negatif.
b. Klasifikasi kompleks, suatu kelas mencakup lebih dari dua kelas bawahan. Dalam klasifikasi ini tidak boleh ada ciri negatif.

3). Persyaratan Klasifikasi
Klasifikasi harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa persyaratan:
Prinsipnya harus jelas. Prinsip ini merupakan dasar atau patokan untuk membuat klasifikasi, berupa ciri yang menonjol yang dapat mencakup semua fakta atau benda (gejala) yang diklasifikasikan.
Klasifikasi harus logic dan ajek (konsisten). Artinya, prinsip-prinsip itu harus diterapkan secara menyeluruh kepada kelas bawahannya.
Klasifikasi harus bersikap lengkap, menyeluruh. Artinya, dasar pengelompokkan yang dipergunakan harus dikenakan kepada semua anggota kelompok tanpa kecuali.

Sumber
https://mardiya.wordpress.com/2010/11/29/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah-oleh-mardiya
http://zuwaily.blogspot.com/2012/10/fakta-sebagai-unsur-dalam-penalaran.html
More aboutFakta Sebagai Unsur Dalam Penalaran Ilmiah

Karangan Cerita Bahasa Indonesia

Diposting oleh Benny Dwi on Selasa, 02 Desember 2014

Sebuah Kardus Mi Instan

Selepas stasiun Jatinegara, kereta Parahyangan meneruskan perja-lanan menuju stasiun Gambir sebagai tujuan terakhir. Gerbong yang ditumpangi lelaki itu nyaris kosong karena banyak penumpang yang turun di Stasiun Jatinegara. Kereta beringsut perlahan membelah kota sambil mengejek kemacetan lalu lintas di bawahnya ketika kereta meniti jembatan di atas jalan raya dengan santai. Lelaki itu menguap, kembali melihat ke tempat barang di atas kepalanya. Kardus bekas kemasan mi instan yang diikat tali plastik tidak rapi itu masih di sana. Ibu paro baya yang duduk di dekatnya tadi telah turun dari Jatinegara dan menolak ketika diingatkan lelaki itu supaya jangan lupa barangnya.

"Tidak. Itu bukan barang saya," jawabnya.
Lelaki itu cepat menduga bahwa ini sebuah keteledoran atau kesengajaan. Boleh jadi sebuah bom. Mungkin saja ada kelompok yang tidak puas dengan pelaksanaan pemilu atau teroris mancanegara ingin menghancurkan Indonesia pelan-pelan, batin lelaki itu. Ia mulai cemas. Tapi ia memberanikan diri juga untuk menurunkannya dan meletakkan hati-hati di dekat tas jinjingnya sambil mengamati kardus yang tidak diikat dengan rapi itu. Ada celah yang terbuka, terlihat gumpalan plastik transparan sebagai pembungkus barang yang ada di dalam. Kereta bergerak terus dan memasuki stasiun Manggarai dengan jalur keretanya yang berseliweran. Meski tidak berhenti di stasiun itu, kereta tetap bergerak pelahan, seperti kecapaian sehabis berlari kencang sejak dari Cikampek.

Lelaki itu mencoba memasukkan tangannya hati-hati melalui celah yang terbuka. Di kepalanya terbayang bahwa ia akan menyentuh kabel-kabel dan detonator. Tetapi, ternyata tidak. Melainkan susunan kertas yang disusun rapi. Dengan antusias, ternyata susunan uang kertas pecahan lima puluh ribuan. "Ini pasti palsu," lelaki itu membatin. Tiba-tiba ia berkeringat, berimajinasi macam-macam. "Jangan-jangan ini termasuk money politics suatu partai," pikirnya lagi. Ia dikagetkan oleh kedatangan kuli-kuli berseragam oranye yang menyerbu gerbong yang nyaris kosong itu ketika sedang melambat hendak berhenti di stasiun Gambir.

"Boleh saya bantu, Pak?"
Lelaki itu menggeleng. Ia merapikan ikatan tali-tali plastik itu kembali dan bersiap turun di stasiun Gambir dengan badan penuh keringat beserta debaran jantungnya yang mengguruh.

Lelaki paro baya itu selamat sampai tujuan melintasi macet Jakarta selama lebih kurang satu jam di atas bus patas yang padat menjelang magrib bersama gerimis musim penghujan. Di kamar kosnya yang sempit penuh buku, ia pastikan isi kardus itu bukan bom dan uang palsu. Tapi tumpukan uang yang masih diikat rapi kertas pembalut bertanda Bank Indonesia itu tampak asli dan utuh dalam ikatan sepuluh jutaan. Luar kepala, lelaki itu menghitung dua ratus juta rupiah uang dalam pecahan lima puluh ribuan. Lalu ia mendorong kardus itu ke bawah kolong tempat tidur bersentuhan kardus-kardus lain yang sekarang seperti tidak berharga sama sekali. Sementara, hujan bulan Maret belum hendak berhenti membasuh Kota Jakarta yang penuh debu.

Sebelum sempat tertidur, lelaki itu kadang-kadang membenarkan tindakannya tadi sore di kereta Parahyangan, memutuskan untuk membawa kardus berisi uang kertas itu. Kadang-kadang ia menyalahkan dirinya dan merasa telah dengan sengaja mengambil risiko yang mungkin berakibat fatal pada dirinya, kadang-kadang merasa berdosa besar.

"Tidak, ini tidak keliru. Saya adalah alamat yang tepat karena pertolongan tangan Tuhan," pikirnya. Sampai akhirnya lelaki itu memutuskan untuk sembahyang malam. Minta petunjuk dan perlindungan Tuhan. Semua daftar kesulitan hidup yang dialaminya selama ini, dibeberkannya kepada Tuhan tanpa ada yang tertinggal. Seolah-olah selama ini Tuhan telah melupakannya. Tapi malu-malu ia katakan kepada Tuhan bahwa ia telah menjual mobil bututnya untuk membantu kehidupan keluarganya, seorang istri dan tiga orang anak yang sedang butuh biaya tinggi untuk pendidikan.

Tanpa malu-malu diadukannya juga kepada Tuhan bahwa telah hampir dua puluh tahun bekerja sebagai dosen pemerintah, gajinya tetap saja tidak cukup, bahkan selalu hidup dengan berutang. Di depan Tuhan ia juga menjelek-jelekkan pemerintah Indonesia yang telah memutus beasiswa S3 nya setelah melebihi masa studi tujuh semester. Oleh karena itu, istrinya terpaksa membuka warung di rumah, di bilangan kompleks perumahan sederhana di pinggir Kota Bandung dengan modal hasil penjualan mobil bututnya itu. Padahal dulu, sewaktu ia mendapatkan beasiswa S2 di Australia, justru ia bisa membeli mobil setelah selesai kuliah. Bahkan ia hidup dengan keluarganya di sana dengan bahagia.

Selama studi dua tahun di Australia , ia juga diangkat menjadi tutor untuk kelas bahasa Indonesia dengan tambahan uang saku yang menguntungkan. Sekarang di Jakarta , ia kasak-kusuk mencari universitas swasta yang mau memakai tenaganya. Untunglah, berkat pertolongan teman-teman, lelaki itu dapat mengajar tiga hari seminggu di dua universitas sekadar cukup untuk menutup biaya hidup di Jakarta sambil menyelesaikan disertasi doktornya yang selalu tertunda. Tapi, itu penuh perjuangan. Bergulat dengan angkutan kota yang berjubel, dihadang macet dan serbuan tukang ngamen dan pencopet tiap hari.

Malam itu, ia berencana akan mencoba menguji menggunakan uang kardus itu esok pagi. Mula-mula, ia berniat ke warung dekat rumah kos membeli sabun, rokok, mi instan, biskuit, kopi, gula, dan tissu. Lalu, berangkat lebih awal mengajar naik taksi agar dapat menikmati angkutan nyaman tanpa berdesakan. Sehabis mengajar, berencana menggunakan uang lima puluhan itu untuk membeli kaus kaki, ikat pinggang, celana dalam dan singlet di kaki lima yang biasanya digelar di halte pinggir jalan. Jelas lelaki itu tidak berani membelanjakannya di supermarket atau mal yang biasanya tiap kasir memiliki mesin penguji uang palsu. Apalagi berniat menyimpannya di bank.

More aboutKarangan Cerita Bahasa Indonesia

Paragraf dan Jenis-Jenis Paragraf

Diposting oleh Benny Dwi on Sabtu, 08 November 2014

Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam 1 paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas :
1. Paragraf argumentasi
2. Paragraf eksposisi
3. Paragraf deskripsi
4. Paragraf persuasi
5. Paragraf naratif 

1. PARAGRAF ARGUMENTASI
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca

Ciri-ciri paragraf argumentasi
a. bersifat nonfiksi /ilmiah
b. bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran
c. dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel, gambar dll
d. ditutup dengan kesimpulan

MACAM/POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF ARGUMENTASI
a. POLA PENGEMBANGAN SEBAB – AKIBAT adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju menuju pada suatu kesimpulan sebagai efek akibat.Ditandai dengan kata – kata sebab, karena, disebabkan, dikarenakan dll.
b. POLA PENGEMBANGAN AKIBAT- SEBAB adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui. Kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi. 

2. PARAGRAF DESKRIPSI
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua yang ditulis oleh penulis

CIRI-CIRI PARAGRAF DESKRIPSI
a. Menggambarkan /melukiskan objek tertentu (orang, tempat, keindahan alam dll)
b. Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek

MACAM /POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF DESKRIPSI
a. Deskripsi objektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis
b. Deskripsi subjektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis
c. Deskripsi spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda,atau tempat
d. Deskripsi waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita tersebut 

3. PARAGRAF EKSPOSITIF
Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang

CIRI-CIRI PARAGRAF EKSPOSITIF
a. bersifat nonfiksi/ilmiah
b. bertujuan menjelaskan/memaparkan
c. berdasarkan fakta
d. tidak bermaksud mempengaruhi

MACAM/POLA PENGEMBANGAN  PARAGRAF EKSPOSITIF
a. pola umum-khusus (deduksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat –kalimat pendukung yang khusus

b. pola khusus-umum (induksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum 

4. PARAGRAF PERSUASIF
Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk seseorang atau pembaca agar melaksanakan /menerima keinginan penulis

CIRI-CIRI PARAGRAF PERSUASIF
a. ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk pembaca
b. bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca
c. menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca 

5. PARAGRAF NARATIF
Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan serangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya

Ciri-ciri paragraf naratif
a. Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
b. Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
c. Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)

Macam / pola pengembangan paragraf naratif
a. Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar)
b. Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen, novel dll)
 
More aboutParagraf dan Jenis-Jenis Paragraf